Rabu, 12 Oktober 2011

Kegemukan di Usia Remaja, Penyakitan di Usia Dewasa

Posted by BLOG STAR 04.47, under | No comments


Kegemukan di masa remaja tidak apa-apa, asalkan nanti ketika dewasa berat badannya kembali normal. Betul? Salah.
Menurut studi jangka panjang terhadap 37.674 tentara di Angkatan Bersenjata Israel (IDF) yang diikuti sejak usia 17 tahun selama rata-rata 17 tahun, berat badan di usia remaja meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung koroner di usia dewasa.Mr Americaphoto © 2006 Robin Corps | more info(via: Wylio)
Dalam studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine (April, 2011), BMI peserta dicatat pada awal penelitian dan setiap tahun kemudian. Selama masa tindak lanjut, BMI rata-rata peserta meningkat dengan laju 0,2 hingga 0,3 unit per tahun, mencapai rata-rata kenaikan berat badan sekitar 15 kg antara usia 17 dan 30. Dalam periode itu, 1173 peserta mengembangkandiabetes dan 327 mengembangkanpenyakit jantung koroner.
Para peneliti menemukan bahwa risiko untuk mengembangkan diabetes dan penyakit jantung koroner meningkat setiap kenaikan BMI, bahkan jika BMI masih dalam batas normal (di bawah 25). Risiko tersebut independen terhadap faktor risiko lain untuk kedua penyakit, termasuk usia, glukosa darah puasa, lipid darah, tekanan darah, merokok, kebiasaan olahraga dan riwayat keluarga. Setiappeningkatan 1 unit BMIrisiko diabetes pada masa dewasa awal meningkat 10% dan risiko penyakit jantung meningkat 12%. Peningkatan risiko melonjak signifikan pada BMI di usia 17 melebihi 23,3 untuk penyakit diabetes dan melebihi 20,8 untuk penyakit jantung. Untuk diabetes, BMI di usia 17 meramalkan risiko terutama karena terkait dengan BMI di kemudian hari. Namun, untuk penyakit jantung, baik BMI pada masa remaja maupun BMI pada masa dewasa secaraindependen satu sama lain meramalkan risiko penyakit ini. Artinya, bila Anda kegemukan di usia 17 tahun, kemudian di usia dewasa Anda menjadi ramping, Anda memiliki risiko penyakit jantung koroner lebih tinggi dibandingkan dengan remaja kurus yang tumbuh menjadi dewasa ramping. Benih-benih penyakit jantung koroner berkembang sejak masa muda dan untuk waktu yang lama.
“Studi ini penting karena menunjukkan hubungan berbeda antara BMI dengan dua penyakit yang terjadi khususnya di masa dewasa awal. Studi sebelumnya tidak tegas mengkonfirmasi hubungan antara BMI pra-dewasa dengan penyakit di masa dewasa awal, walaupun anak-anak yang obesitas ekstrim memang lebih cenderung menjadi orang dewasa gemuk yang berisiko tinggi diabetes dan penyakit jantung,” jelas Prof Assaf Rudich, salah seorang peneliti.
Berat Badan Anda:
Tinggi Badan Anda:

Apa maknanya buat kita?

Sangat penting untuk mencegah obesitas di masa kanak-kanak dan remaja. Menjaga berat badan yang sehat sejak usia dini akan menekan risiko perkembangan diabetes dan penyakit jantung di usia dewasa. Kedua penyakit kronis itu sekali berkembang akan sulit dihilangkan, memerlukan biaya perawatan yang mahal dan berdampak besar pada kualitas hidup dan umur. Anda tidak pernah terlalu dini untuk mengembangkan gaya hidup sehat!
(Tips: gunakan kalkulator BMI di samping untuk pemantauan berat badan)

Stadion Tertinggi Di Dunia

Posted by BLOG STAR 04.39, under | No comments

Stadion Hernando Siles Suazo yang dinobatkan sebagai stadion tertinggi di dunia. Stadion Hernando Siles Zuazo adalah stadion milik Bolivia, Stadion ini terletak di daerah Miraflores, La Paz Bolivia. lalu kenapa stadion ini dinobatkan sebagai stadion tertinggi dunia? tak lain adalah karna stadion ini terletak di ketinggian 3.637 meter dari permukaan air laut, dan tak ada stadion lain yang posisinya lebih tinggi dari Stadion ini.


Stadion ini dibuka pada tahun 1931 dengan pertandingan antara The Strongest melawan Universitario, saat itu The Strongest menang telak 4-1 atas Universitario. Stadion ini menjadi kandang klub sepak bola liga Bolivia, Bolivar Club, The Strongest dan La Paz FC.



Stadion berkapasitas 42.000 penonoton ini juga memiliki tuah bagi Timnas Bolivia, terbukti dengan kemenangan besar atas 2 tim raksasa Amerika latin, yaitu menang 6-1 melawan Argentina dan menang 2-1 melawan Brazil di kualifikasi Piala dunia 2010 lalu. Tapi ternyata stadion ini mengundang reaksi keras dari para pelatih tim lawan Bolivia, apa pasalnya? tak lain dan tak bukan adalah karna posisinya yang berada di atas 3.637 meter. Kita semua tahu bahwa bermain di ketinggian lebih dari 3.000 meter bisa menyebabkan sesak nafas, demam tinggi, kejang otot, sampai pneumonia.

Suasana Stadion Hernando Siles Suazo

Hal ini dinilai menguntungkan Tim Tuan rumah yang sudah terbiasa bermain di ketinggian. Hal inilah yang kemudian memicu FIFA untuk mengeluarkan peraturan baru, yaitu Stadion yang boleh mengadakan pertandingan internasional hanyalah stadion yang berada di bawah ketinggian 2500 meter dari permukaan laut.


Read more: Stadiun tertinggi di dunia - Asal Kamu Tahu Aja